Showing posts with label PESAN KEMATIAN. Show all posts
Showing posts with label PESAN KEMATIAN. Show all posts

Tuesday, September 11, 2012

Kematian itu suatu kepastian-pemergian seorg Mujahid 10 Sept 2012

Mengingatinya ,
memberikan aku sebuah Pesan
kematian itu bila-bila masa sahaja.

Persediaan??
belum tentu sempurna aku katakan ia satu persediaan yg lengkap.


Allah..
masa aku,

bilakah??

Ya Allah...

jemputlah aku disaat imanku mantap padaMu,
sedang aku thabit dijalanMu.
Dan dalam keadaan kematian yg solehah.
Amin.

****

" Innalillahi wa inna ilahi roji`un..

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan [Al-Ankabut:57]

Berbahagialah kamu disana, hanya doa dan fatihah yg dapat ku titipkan untukmu...Semoga rohmu tenang di sana dan diletakkan dalam golongan org2 yg soleh..Insyaallah


#Gambar terakhir yg aku tgkap pda pagi 10.9, dan malamnya dia dah pergi bertemu Ilahi..amat terasa dan pasrah menerimanya..

..Sesungguhnya aku sangat merinduimu sahabat T_T.."- via Facebook Amir Mohd Akram





Tuesday, September 4, 2012

KRI-MH : IMAN & TAQWA

Bismillahirahmanirrahim.
KRI-MH : Dai'e FB @04092012
By : Mujahidah Hafizah.
________
Taqwa=Takut.
*jika kita takut pada sesuatu kita kan berjaya melepasi sesuatu, berjaya melepasi halangan beribu-ribu batu.

Analoginya:
Jikalau kita takut dikejar anjing,Kita akan dapat berlari dan melompat pagar(halangan) yg tingginya tidak mungkin dilepasi jika tanpa perasaan takut itu.

Maka, sekiranya takut itu diberikan kepada takut kepada Allah,maka kita kan berjaya melepasi halangan dunia ini untuk menggapai nikmat syurga Allah dan paling berkehendak untuk melihat Allah.

*TAKUT juga tidak dapat dipisahkan dengan YAKIN.
bermakna TAQWA juga tidak bermakna tanpa IMAN<3=)



***
MAKSUD TAQWA:-

# TAQWA menurut Sayyidina Ali Bin Abi Thalib K.W:-
Suatu hari, seorang sahabat bertanya kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib k.w. tentang apa itu taqwa. Beliau menjelaskan bahwa taqwa itu adalah :

1. Takut (kepada Allah) yang diiringi rasa cinta, bukan takut karena adanya neraka.

2. Beramal dengan Alquran yaitu bagaimana Alquran menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari seorang manusia.

3. Redha dengan yang sedikit, ini berkaitan dengan rezeki. Bila mendapat rezeki yang banyak, siapa pun akan redha tapi bagaimana bila sedikit? Yang perlu disedari adalah bahawa rezeki tidak semata-mata yang berwujud uang atau materi.

4. Orang yg menyiapkan diri untuk “perjalanan panjang”, maksudnya adalah hidup sesudah mati.

# TAQWA menurut Imam Al-Hasan Al-Bashri:-
Al- Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa taqwa adalah takut dan menghindari apa yang diharamkan Allah, dan menunaikan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah. Taqwa juga bererti kewaspadaan, menjaga benar-benar perintah dan menjauhi larangan.

# TAQWA menurut Ubay nin Ka'ab:-
Seorang sahabat Rasulullah SAW, Ubay bin Ka’ab pernah memberikan gambaran yang jelas tentang hakikat taqwa. Pada waktu itu, Umar bin Khaththab bertanya kepada Ubay tentang apa itu taqwa. Ubay balik bertanya : “Apakah Anda tidak pernah berjalan di tempat yang penuh duri?” Umar menjawab : “Ya.” Ubay bertanya lagi : “Lalu Anda berbuat apa?” Umar menjawab: “Saya sangat hati-hati dan bersungguh-sungguh menyelamatkan diri dari duri itu.” Ubay menimpali : “Itulah (contoh) taqwa.”

Menghadapi duri di jalanan saja sudah takut, apalagi menghadapi siksaan api neraka di akhirat kelak, seharusnya kita lebih takut lagi. Permasalahan yang dihadapi biasanya adalah “duri” semacam apakah yang dihindari oleh orang-orang bertaqwa itu dan sejauh manakah kita mampu untuk menghindari “duri” itu.

***
*Syekh Abdul Qadir pernah memberikan nasihat :

”Jadilah kamu bila bersama Allah tidak berhubungan dengan makhluk dan bila bersama dengan makhluk tidak bersama nafsu. Siapa saja yang tidak sedemikian rupa, maka tentu ia akan selalu diliputi syaitan dan segala urusannya melewati batas.”

Seseorang yang bertaqwa akan meninggalkan dosa-dosa, baik kecil maupun besar. Baginya dosa kecil dan dosa besar adalah sama-sama dosa. Ia tidak akan memandang remeh dosa-dosa kecil, kerana gunung yang besar tersusun dari batu-batu yang kecil (kerikil). Dosa yang kecil, jika dilakukan terus-menerus akan berubah menjadi dosa besar.

Tidak hanya hal-hal yang menyebabkan dosa saja yang ditinggalkan oleh orang-orang bertaqwa, hal-hal yang tidak menyebabkan dosa pun, jika itu meragukan, maka ditinggalkan pula dengan penuh keikhlasan.

*Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menyatakan bahwa orang bertaqwa adalah orang yang telah menjadikan tabir penjaga antara dirinya dan neraka. Pernyataan ulama besar salaf ini memiliki kandungan yang lebih spesifik lagi. Orang bertaqwa berarti dia telah mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan Allah murka dan menghukumnya di neraka. Selain itu, ia juga harus mengetahui batasan-batasan (aturan-aturan) Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya.

Di sinilah peran penting dari perintah Rasul SAW untuk menuntut ilmu dari mulai lahir hingga liang lahad. Ketaqwaan sangat memerlukan landasan ilmu yang benar dan lurus, sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT sangat mencela kepada orang-orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan tentang batasan-batasan yang telah disampaikan kepada Rasul-Nya. Hal ini sejalan pula dengan firman Allah bahwa Alah akan meninggikan orang-orang berilmu beberapa darjat.

Dalam perjalanan meraih darjat taqwa diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh untuk melawan hawa nafsu, bisikan syaithaniyah yang sangat halus dan sering membuat manusia terpedaya. Sikap istiqamah dalam memegang ajaran Allah sangat diperlukan guna menghantarkan kita menuju darjat taqwa.

Mari menjadi hamba<3!

Thursday, August 2, 2012

Kata Sarahan Tarbiyah Imam Al-Ghazali


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


::Lebih baik mata itu buta jika
tidak menghargai
keindahan dan ayat-ayat Allah
s.w.t..

::Lebih baik telinga itu pekak jika
tidak mendengar
nasihat-nasihat Allah s.w.t..

::Lebih baik anggota badan itu
mati jika tidak
melaksanakan segala suruhan
Allah s.w.t.. 

::Barangsiapa
mengaku empat perkara tanpa
disertai
dengan empat perkara yang lain,
maka dia adalah
pembohong..

::Barangsiapa mengaku cinta
syurga tetapi tidak beramal
dengan ketaatan, maka dia adalah
pembohong..

::Barangsiapa yang mengaku
cinta Rasulullah saw tetapi tidak
cinta kepada ulama dan kaum
faqir, maka dia
adalah pembohong..

::Barangsiapa yang mengaku
takut pada neraka tetapi
tidak meninggalkan maksiat,
maka dia adalah
pembohong..

::Dan barangsiapa yang mengaku
cinta kepada Allah swt tetapi
berkeluh-kesah dari bala, maka
dia adalah
pembohong..
(Al-Imam Ghazali)

Artikel Tazkirah : 6 perkara Allah sembunyikan



6 perkara Allah sembunyikan~~


''Menangis saya bila baca , meremang bulu roma :') Ya Allah SWT kau ampunilah dosa dosa walau sekecil dan sebesar mana pun ia'' Korang Baca jangan tak baca .


6 perkara Allah sembunyikan

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan
Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata:

'Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?.'

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. 'Tidak'

Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.

Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kamu telahmenyembah aku dengan ibadah yangbersungguh- sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atasperintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.'

Kemudian Jibrail as berkata: 'Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?'

Lalu Allah berfirman yang bermak! sud. 'Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal...'

Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa.Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:

'Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? '

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yangtelah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... .'

Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :

1- Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
2- Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
3- Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
4- Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
5- Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
6- Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.

#wahai rakan rakan ku yg dikasihi sekalian, sebarlah ilmu ini, agar semua kwn kwn kita diluar sana kembali ke pangkal jalan, ikut islam sebenar benarnya, sesiapa yang mengajak kebaikkan, pahala seseorang yang diajak kebaikkan itu dapat padanya tanpa dikurangkan sedikitpun. inshaAllah...
 6 perkara Allah sembunyikan

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan
Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata:

'Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?.'

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. 'Tidak'

Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.

Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kamu telahmenyembah aku dengan ibadah yangbersungguh- sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atasperintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.'

Kemudian Jibrail as berkata: 'Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?'

Lalu Allah berfirman yang bermak! sud. 'Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal...'

Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa.Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:

'Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? '

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yangtelah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... .'

Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :

1- Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
2- Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
3- Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
4- Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
5- Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
6- Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.

#wahai rakan rakan ku yg dikasihi sekalian, sebarlah ilmu ini, agar semua kwn kwn kita diluar sana kembali ke pangkal jalan, ikut islam sebenar benarnya, sesiapa yang mengajak kebaikkan, pahala seseorang yang diajak kebaikkan itu dapat padanya tanpa dikurangkan sedikitpun. inshaAllah...

Friday, July 13, 2012

Kisah : Malam Pengantin & Malam Pertama Dikubur.

KETIKA MALAM PENGANTIN MENJADI MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR (RENUNGAN UNTUK WANITA)



 

“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.

Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”
Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.” Lalu ibunya menambahkan : “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”
Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!

Ibunya berkata : “ Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu!

Anak nya berkata dengan tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dimata-Nya”.

Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu.

Lalu dia memulai shalatnya. Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya.

Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya.

Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya! Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama. Subhanallah…

Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.

Renung-renungkan~

Thursday, June 28, 2012

KRI: Manusia Ibarat Pinggan



‎(IBARAT PINGGAN) :-
 
Andaikan 3 individu berbeza meminjam sebiji pinggan daripada Kita.. Selang beberapa tempoh masa, INDIVIDU PERTAMA memulangkan pinggan tersebut dalam keadaan bersih cantik tanpa sebarang kecacatan.. Lalu Kita pun terus meletakkannya di atas rak pinggan mangkuk seperti keadaan asalnya..

INDIVIDU KEDUA pula memulangkan pinggan tersebut dlm keadaannya yang masih kotor; tidak berbasuh.. Pinggan tersebut akan Kita basuh sehingga bersih, kemudian barulah ianya diletakkan di tempat yg sepatutnya..

INDIVIDU KETIGA pula memulangkan pinggan tersebut dalam keadaan pecah bersepai.. Tidak boleh dibezakan lagi bentuknya antara pinggan mahupun serpihan kaca.. Tiada nilainya lagi.. Kita tiada pilihan lain selain menghumbankannya ke dlm tong sampah yg hina..

Begitulah jua halnya dgn Allah Taala.. Jika Kita kembali kepadaNya dalam keadaan bersih, elok, tanpa kekotoran dosa, maka Allah akan terus meletakkan Kita di tempat yang baik Dan tempat yg selayaknya bagi Kita.. Iaitu syurga..

Namun jika Kita kembali ke hadratNya dlm keadaan kotor dgn dosa, Allah akan ‘basuh’ Kita sebersih-bersihnya di dlm api neraka sebelum memasukkan Kita ke dlm syurga..

Tetapi jika Kita kembali kepadaNya dlm keadaan yg rosak imannya, sehingga tidak dpt dibezakan antara iman dengan kufur, maka Allah tidak akan teragak2 utk menghumbankan Kita ke dlm neraka jahannam yang hina buat selama-lamanya, ibarat pinggan yg pecah; tiada nilai lagi..

Semoga bermanfaat…=)
****
NKMH-5.46 PM-MuHa

Sunday, May 27, 2012

Pesan Kematian : Kenapalah Jadi Begini Nasib Ku..?

Kenapalah Jadi Begini Nasib ku...?
 
Surau saya pernah menjemput Al-Fadhil Ustaz Abu bakar Abdul Aziz untuk menyampaikan ceramah Maulidur Rasul. Saya berkesempatan untuk berborak dengan beliau ketika kami sama-sama makan setelah selesai ceramah. Antara topik yang dibincangkan ialah pengalaman beliau ketika menguruskan jenazah. Di bawah ini saya perturunkan kisah beliau untuk renungan bersama.


Pengalaman seorang Jurumandi Mayat Daerah Gombak, Selangor.
Kisah benar ini diceritakan oleh Ustaz Abu Bakar Abdul Aziz.


Ia berlaku di kawasan daerah Gombak di mana jurumandi memandikan jenazah yang agak kaya orangnya dan berpengaruh. Begini ceritanya :-

Saya telah terlibat dalam pengurusan jenazah lebih daripada 20 tahun. Pelbagai pengalaman telah saya lalui kerana dalam tempoh itu bermacam-macam jenis mayat yang telah saya uruskan. Ada yang meninggal dunia akibat kemalangan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya.

Bagaimanapun, pengalaman menguruskan satu jenazah di sebuah tempat di sempadan Selangor dan Wilayah Persekutuan beberapa tahun yang lalu, telah mendedahkan saya kepada satu kes yang cukup ‘istimewa’ sepanjang pengalaman saya menguruskan jenazah. Inilah kali pertama saya bertemu dengan satu jenazah yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekali gus menberikan banyak iktibar.

Peristiwa tersebut berlaku dua hari lagi sebelum pilihanraya di Serkam, Melaka. Nama tempat dan nama orang yang meninggal itu tidaklah dapat saya nyatakan di sini. Ia terjadi secara kebetulan ketika saya diminta oleh anak Allahyarham menguruskan jenazah bapanya.

Pada hari itu, saya pergi ke rumah seorang sahabat untuk mengubatkan mata ibunya bagi kali yang terakhir. Niat saya ialah supaya mata ibu tadi sembuh dan boleh membaca Al-Quran. Tetapi apabila saya hendak pulang, anak Allahyarham datang menemui sahabat saya tadi dan bertanya sama ada saya mengurus jenazah atau tidak. Kawan saya kata, “Cubalah tanya dia sendiri.” Kawan saya ada memberitahu saya dua bulan yang lepas bahawa saya sahaja yang mengadakan kursus dalam hal menguruskan jenazah. Anak Allahyarham menemui saya. Saya beritahu dia bahawa jenazah tidak elok dibiarkan lama-lama.

Saya terus pergi ke rumahnya. Tapi bila saya hampir sampai ke rumah Allahyarham, saya bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup pelik dan busuk. Saya telah menguruskan banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini.Bila saya tengok wajah Allahyarham, sekali lagi hati saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti sedang dirundung oleh bermacam-macam perasaaan…takut, cemas, kesal dan bermacam-macam lagi. Wajahnya seperti tidak mendapat nur daripada Allah SWT. Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak Allahyarham dan saya potong-potongkan. Secara kebetulan pula, di situ ada dua orang yang mengikuti kursus pengurusan jenazah yang pernah saya jalankan. Saya ajak mereka membantu saya dan mereka bersetuju.

Tetapi semasa memandikan mayat itu, peristiwa pertama berlaku. Untuk makluman pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut urut untuk membolehkan najis keluar. Maka saya pun urut urutkan perut Allahyarham. Tapi apa yang berlaku pada hari itu amatlah mengejutkan. Allah itu Maha Berkuasa kerana pada hari tersebut, najis tidak keluar daripada dubur mayat tadi tetapi melalui mulutnya. “Lain macam saja ni”, fikir saya. Lalu saya ubah sedikit teknik dan posisi mayat itu dan saya urut-urutkan lagi perutnya. Tapi najis itu tetap keluar dari mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang berlaku di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan najis. Saya harap ia tidak akan berulang lagi kerana saya mahu mengurut perutnya bagi kali yang terakhir. Tiba-tiba ketentuan Allah berlaku. Bila saya urut perutnya, keluarlah daripada mulut mayat itu najis bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu adalah seperti ulat najis. Warnanya putih. Dari mana datangnya ulat itu, jangan tanya saya.

Allahyarham meninggal dunia akibat diserang sakit jantung dan waktu kematiannya dengan waktu saya menguruskan mayatnya cuma lima jam setengah sahaja jaraknya. Aneh, bagaimana dalam tempoh yang sebegitu singkat mayatnya boleh menjadi sedemikian rupa? Saya lihat wajah anak Allahyarham. Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada bapa mereka. Saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejutdan panik. Lalu saya bacakan doa untuk mengelakkan badi mayat dan sapukan ke muka mereka. Saya kata kepada mereka, “Inilah ujian Allah kepada kita”. Kemudian saya minta salah seorang daripada pembantu tadi memanggil kesemua anak Allahyarham. Allahyarham pada dasarnya seorang yang beruntung kerana mempunyai tujuh orang anak, dan semuanya lelaki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di sini. Bila semua anak Allahyarham masuk, saya marahi mereka. Saya mengingatkan mereka bahawa tanggungjawab saya hanyalah membantu menguruskan jenazah bapa mereka, bukan menguruskan sepenuhnya tanggungjawab tersebut. Sepatutnya sebagai anak, merekalah yang lebih afdal menguruskan jenazah bapa mereka itu, bukannya tok imam, tok bilal, tok siak. Saya kata, mungkin satu masa dahulu ibu mereka sibuk maka Allahyarham pernah memandikan mereka. Itulah jasa dan pengorbanan seorang bapa. Tetapi saya kesal kerana dalam saat-saat begini anak-anak Allahyarham tidak langsung hendak membalas jasa bapa mereka itu.

Saya kemudiannya meminta izin serta bantuan mereka untuk menonggengkan mayat itu. Takdir Allah, apabila ditonggengkan sahaja mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup. Hampir sebesen banyaknya. Besen itu boleh dianggarkan besar sedikit daripada penutup bilah kipas meja. Subhanallah….suasana menjadi semakin panik. Saya terus bertenang dan berharap tidak berlaku lagi kejadian-kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya mandikan semula mayat tersebut dan saya ambilkan wuduk. Saya minta anak-anaknya mengambil kain kafan. Saya bawa mayat tersebut ke dalam biliknya dan tidak diizinkan seorang pun melihat upacara itu kecuali waris yang terdekat, sebab saya takut perkara-perkara yang lebih aib akan berlaku.

Takdir Allah jua yang menentukan. Apabila mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu cukup-cukup memarasi hujung kepala dan kakinya, tidak ada lebih. Maka saya tak boleh nak ikat kepala dan kakinya. Tidak keterlaluan kalau saya katakan bahawa kain kafan itu seperti tidak mahu menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang silap semasa memotongnya. Lalu saya ambil baki kain, saya potongkan dan tampungkan di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi tidak berapa elok, tetapi apa nak buat Itu sahaja yang boleh saya lakukan. Pada masa yang sama saya berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jangan Kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekadar peringatan kepada hambamu ini”. Selepas itu saya berikan taklimat tentang sembayang jenazah. Tiga kali taklimat diberikan. Yang hadir cuma 13 orang saja.

Selepas menyembahyangkan jenazah tadi, satu lagi masalah timbul. Jenazah itu tidak dapat dihantarkan ke tanah perkuburan kerana tidak ada kereta jenazah. Saya hubungi JAWI, JAIS, Pusat Islam, DBKL, Polis dan sebagainya, tetapi yang peliknya, mereka juga tidak mempunyai kereta jenazah kerana kereta yang ada sedang digunakan. Dalam keadaan itu, seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk membolehkan dia mengeluarkan van dari garaj rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu di kawasan rumah Allahyarham, tiba-tiba isterinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata di khalayak ramai, “Abang, saya tak benarkan kereta saya ini digunakan untuk mengangkat jenazah itu sebab semasa hayatnya dia tidak pernah benarkan kita naik keretanya”. Renungkanlah, kalau tidak ada apa-apa sebab, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan punya van itu membawa vannya balik. Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mendakwa dia adalah anak murid saya. Dia meminta izin daripada saya dalam 10-15 minit untuk membersihkan keretanya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, muncul kereta tersebut. Tetapi dalam keadaan yang basah kuyup. Kereta yang dimaksudkan itu sebenarnya adalah sebuah lori, dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam. Renungkanlah, pernahkan kita melihat satu jenazah dibawa ke kubur dengan lori ayam? Dalam perjalanan menuju ke kawasan perkuburan, saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya ahli masyarakat tidak payah membantu kami menguburkan jenazah tadi. Saya suruh mereka pergi kubur saudara mara dan sahabat mereka, itu lebih baik. Saya tidak mahu mereka melihat apa-apa lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi – takdir Allah yang terakhir amat memilukan. Bila sampai sahaja jenazah tersebut ke kuburnya, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang lahad dan tiga lagi turunkan jenazah. Takdir Allah, apabila jasad jenazah itu mencecah sahaja ke bumi, tiba tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah-celah bumi yang pada asalnya kering. Hari itu tidak hujan, tetapi dari mana datangnya air itu? Sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak Allahyarham supaya sendaikan jenazah bapa mereka dengan kemas. Saya takut nanti ia akan terlangkup….na’uzubillah. Kalau mayat terlangkup, tidak ada harapan untuk mendapat syafaat Nabi saw.

Papan keranda diturunkan dan kami segera kambus kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injakkan tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap. Tapi sungguh menyayukan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becak. Saya tahu, jenazah berkenaan ditenggelamkan oleh air hitam yang busuk itu. Melihatkan keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak Allahyarham supaya berhenti menginjakkan tanah itu. Tinggalkan dalam suku meter, timbus dan bataskan. Ertinya kubur itu tidak dikambus hingga ke permukaan lubangnya, tetapi ia seperti kubur berlubang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak membacakan talkin, saya tengok tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air. Masya-Allah, dalam sejarah hidup saya, inilah julung-julung kalinya peristiwa seperti itu terjadi. Melihatkan keadaan itu, saya mengambil keputusan untuk menyelesaikan pengebumian secepat mungkin. Sejak sekian lama terlibat dalam pengurusan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talkinkan. Saya cuma bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah itu saya pulang ke rumah Allahyarham dan himpunkan keluarganya. Saya bertanya kepada isteri Allahyarham, apakah yang telah dilakukan oleh Allahyarham semasa hayatnya. Adakah dia pernah menzalimi orang alim, mendapat harta secara merampas, menipu rasuah, memakan harta masjid dan anak yatim? Isteri allahyarham tidak dapat memberikan jawapan. Memikirkan mungkin dia malu untuk memberitahu, saya tinggalkan nombor telefon rumah saya. Tetapi sedihnya, sehingga sekarang tidak seorang pun anak-anak Allahyarham menghubungi saya.

Untuk pengetahuan umum, anak-anak Allahyarham merupakan orang-orang yang berpendidikan tinggi sehingga ada seorang yang beristerikan orang Amerika, seorang dapat isteri orang Australia dan seorang lagi isterinya orang Jepun. Saya bertambah sedih apabila dua orang yang membantu saya menguruskan jenazah tadi menelefon saya. Mereka kata mereka menyesal membantu saya menguruskan jenazah Allahyarham kerana anak-anak Allahyarham telah menjadikan mereka sebagai musuh. Saya bertanya, adakah mereka menceritakan kisah itu kepada masyarakat? Mereka kata ‘TIDAK’. Peristiwa ini akan tetap saya ingat sampai bila-bila. Kepada masyarakat, tanyalah diri kita adakah kita mahu peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu bapa kita, anak kita atau kaum keluarga kita? Adakah kita mahu peristiwa ini berlaku berulang-ulang kali sehingga sampai satu masa nanti di mana masyarakat menganggap peristiwa ini sebagai perkara biasa?

p/s :apa yang patut,kita jadikan pengajaran...
wallahualam..

petikan dipetik/sumber dari JKKK Fun Club.

Friday, April 6, 2012

"Mikael": Kematian Dogma Melahirkan Moraliti

Sebuah filem berunsur islamik (ketuhanan) yang memaparkan konflik kemasyarakatan dimana kehidupan seorang pemuda bernama Mikael yang bergelut dalam konflik mencari yang Satu. Mempunyai latar belakang dari sebuah keluarga melayu konservatif yang mengamalkan cara hidup islam. Mikael adalah seorang yang bersifat rasional dan berfikir di luar kotak. Mikael cuba merungkai dan memahami hipokrasi perspektif masyarakat tentang agama yang sedang berlangsung dalam hidupnya. Saksikan perjalanan dan pergelutan Mikael dalam mencari tuhan sehingga ke hujung nafasnya







Thursday, April 5, 2012

Ceramah/Artikel : Laluan Dari Dunia Ke Akhirat.

10 Laluan Yang Bakal Dilalui Oleh Manusia Dari Dunia Sampai Akhirat, Bagaimana Cara Memudahkannya?

1. Laluan Menuju Ke Kubur
--> Jauhkan Dari Perbuatan Mengumpat Dan Mencaci
--> Hindarkan Perasaan Irihati
--> Jangan Terpengaruh Dengan Harta Dunia
--> Sucikan Qada' Hajat Dengan Istibra'

2. Laluan Untuk Berjumpa Izrail
--> Bersihkan Diri Dengan Bertaubat
--> Gembirakan Hati Orang Mukmin
--> Bayar Semula Qada' Yang Tertinggal
--> Kasih Sepenuh Hati Kepada Allah Taala

3. Laluan Untuk Bertemu Mungkar Nakir
--> Mengucap Dua Kalimah Syahadah
--> Suka Memberi Sedekah
--> Berkata Benar
--> Bersihkan Dan Perbaiki Hati

4. Laluan Untuk Memberatkan Timbangan
--> Sucikan Perkataan Dan Pakaian
--> Bersyukur Dengan Yang Sedikit
--> Suka Dan Redha Dengan Yang Didatangkan Oleh Allah
--> Belajar Atau Mengajar Ilmu Yang Bermanfaat

5. Laluan Memantapkan Amalan
--> Jauhkan Perkataan Yang Sia-Sia
--> Pendekkan Cita-Cita Dunia
--> Banyakkan Puji-Pujian Kepada Allah
--> Banyakkan Sedekah Dan Akhirat

6. Laluan Melalui Titian Siratul Mustaqim
--> Kasihilah Allah Taala
--> Berbaktilah Kepada Kedua Ibubapa
--> Berpegang Teguh Dengan Hukum Syarak
--> Bercakap Perkataan Yang Baik Sesama Makhluk

7. Laluan Menjauhkan Diri Dari Neraka
--> Banyakkan Membaca Al-Quran
--> Banyakkan Menangis Kerana Dosa-Dosa Yang Lalu
--> Tinggalkan Perkara Maksiat
--> Jauhkan Segala Yang Haram

8. Laluan Untuk Memasuki Syurga
--> Membuat Kebajikan Seberapa Banyak Yang Boleh
--> Kasihi Orang Yang Soleh
--> Kerjakan Segala Suruhan-Suruhan Allah
--> Merendahkah Diri Di Antara Semua Makhluk Allah

9. Laluan Berjumpa Dengan Nabi Muhammad SAW
--> Kasihilah Nabi Allah
--> Kasihilah Rasulullah SAW
--> Tuntutilah Yang Difardhukan Oleh Allah
--> Banyakkan Selawat Nabi Muhammad SAW

10. Laluan Untuk Bertemu Allah
--> Serahkan Seluruh Jiwa Raga Kepada Allah
--> Hindarkan Diri Dari Menderhaka Kepada Allah
--> Betulkan Dan Baikkan I'tiqad Kepada Allah
--> Bencikan Segala Yang DiharamkanNya






Puisi : Dia Di Akhir Zaman








DIA DI AKHIR ZAMAN :

Orang ramai slumber TINGGAL

SOLAT,dia pulak penuh kehambaan

TUNAIKAN SOLAT SEAWAL WAKTU DAN


SOLAT2 SUNAT/TAMBAHAN...

Orang ramai sibuk ke PROGRAM

MELALAIKAN,dia pulak sibuk dengan

MAJLIS ILMU di masjid...

Orang ramai bangga DEDAHKAN

AURAT,dia pulak berjihad PELIHARA

AURAT...

Orang ramai seronok baca MAJALAH

HIBURAN,dia pulak akrab dengan

BUKU AGAMA & ILMIAH...

Orang ramai sibuk LAYAN NAFSU

DENGAN COUPLE,dia pulak penuh

sabar menanti jodoh PASANGAN YANG

HALAL...

Orang ramai guna mata untuk TENGOK

VIDEO LUCAH,dia pulak guna mata

untuk LIHAT KEBESARAN ALLAH...

Orang ramai suka MENCARUT,dia pulak


suka BERZIKIR...

Orang ramai ego MENCEMUH DAKWAH

& NASIHAT,dia pulak sentiasa

menghina diri kepada ALLAH dan

bersabar dalam BERDAKWAH...

Orang ramai habiskan masa dengan

DOSA & MAKSIAT,dia pulak banyakkan

BERTAUBAT & IBADAT....
Siapakah Dia? Semoga Dia itu adalah


kita semua...

Tuesday, April 3, 2012

Puisi : Rintik Titis Tahajud



RINTIK TITIS TAHAJUD

Titis embun
Mungkin belum jantannya
Dalam rintik
Gebar tak lindung jiwa

Dalam rintik titis
Akal siap bertujuh
Akal gaharu chendana
Sebelum petang
Walau dingin
Masih titis itu rintik
Denai telinga dengar-dengar


Mereka singkat malam
Gebar tak lindung
Rintik titis bersulam
Dingin belum berhujung
Sulamkan teja inspirasi

Lunaknya syair Zubaidah
Harum syairnya Hamzah
Pentas jiwa laritkan senyum
Lantas kenapa belum


Dengar itu rintik-rintik
Titis-titis rintih
Alun Hamzah alun Zubaidah
Lautnya tiada bergetah
Segar indah bunga tiada lebah


Mereka sentak tiap detik
Lihat luka tiada parut
Dingin sifatnya Zamrud
Bersimpuh tubuh dalam rintik
Moga lerai silap lagikan larut
Dalam dingin titis Tahajud

by : Mujahidah Hafizah #denyutan ilham-pak saudaraku Yusran Hashim.

Thursday, December 15, 2011

Detik Mati Itu....:(


Al-Syahid Abdullah 'Azzam sebelum kesyahidannya pernah menyebutkan:

" Sesungguhnya perkataan-perkataan kita akan mati, Beku tidak mampu bergerak lagi, sehinggalah apabila kita mati kerana menegakkan kalimah Allah SWT, ianya akan terus mekar, hidup di antara hati-hati orang yang hidup".

Kata-kata ini benar seperti hadith yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmizhi dan lain-lain:
...
"Sesungguhnya seorang lelaki yang berkata-kata dengan perkataan orang yang memusuhi Allah SWT, ia tidak menyangka (perkataan itu) sampai kepada (kemurkaaan Allah), maka ia akan dicampakkan ke dalam neraka selama 70 masa, dan barangsiapa yang berkata-kata dengan perkataan orang yang mengasihi Allah SWT, ia tidak menyangka bahawa (perkataan itu) sampai kepada (keredhaan Allah ), maka ia akan diangkat ke martabat tertinggi".

Tiada martabat YANG tertinggi dan kelazatan yang paling besar di atas muka bumi ini selain daripada MATI SYAHID..Beliau telah mendahului kita..Berdoalah kita juga dapat mengikuti jejak kemuliaan tersebut.

"Ya Allah, sampaikan salam kami dan doa kami kepada nabiMu. Ameen".

KEMANTAPAN FIKRAH MEMBINA SYAKHSIAH

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Selamat Berjuang