Showing posts with label ceramah. Show all posts
Showing posts with label ceramah. Show all posts

Thursday, December 6, 2012

Buat Iman dengan marah dalam iman-isu penyeludupan INJIL dan ahlinya.

Selamat Bertandang Rumah Online KNMH

Umat Islam lainnya, bangkitlah sedarlah..'penyeludupan' Injil dijadikan ageda,sebelum rasa sesitiviti keimanan dan solidariti iman masih ada walaupun sekelumit, marilah kita berganjak..berubah sebelum kemusnahan itu datang 'menampar' kita y
g masih tetap leka dan meleka.
Marilah kita BERSATU, bukan melupakan tapi bergandingan sesama ISLAM.jgn biarkan isu ini memakan umat islam dengan mentah2 tanpa ada kita pernah tahuu ingin bergadai rasa syahid dengan pembuktian yg Allah bg pada kita-Alquran.

Muslimin...
Peliharalah kalam Allah dalam hati dan amalkanlah ia..dan
amalkan sunnah terbesar Umat nabi MUhammad saw iaitu SEBARKAN dakwah dan Tarbiyah.
ye ! Sebarkan.

Untukku: ini bukan masa utk fikir suka dan merasa enjoy dalam zon selesa.
tapi ini masa ada ini hanya utk bina UMAT ISLAM Bermatlamat ingin meninggikan KALIMAHNYA-ALLAH.

hey, hey,hey!
jgn nak mengada masa ni nak kata:
"aku bodoh lah, tak pandailah, x belajar agama lah, x diiktiraflah, org x famaous lah bagai semua.."
hey2x...
kalau ko beriman, ni bukan masa nak buang masa!
keluar!... cari ilmu yg benar!
pergi!..sebarkan Indah iman yg kau punya!
Saksikan kekuatan ISLAM itu.
Biarpun dengan cara sendiri.

Hafizah,
aku pesan pada diri ini,
mulakanlah langkah kelelahan ini.
Biar x ternilai di mata manusia,
kamu beriman akan Allah da RasulNya...
Lakukannya Demi Allah dan ISLAM!
lakukan...jgn takut!
Allah..ada je mana2.

Friday, November 30, 2012

Dakwah Jangan Kencang Mulut Sahaja!

Selamat Bertandang Rumah Online KNMH

Klik gambar Untuk Tumbesaran 
Stalker Facebook hari ni ( 30 November 2012)
MH dapat kata2 ni,
tetibe rasa terkesan..then,
MH nak kongsi dengan Viewer teratak IT MH ni.
semoga bermanfaat dan memberi kekuatan kepada semua Daie-Daie di luar sana^.^

* Mujahidah Hafizah,Mujahid menuju Syahid*

Tuesday, November 27, 2012

Ujian Setelah di Khitbah


My artikel-MH :
Ditulis pada 12/11/2012
~ Bismillahirrahmanirrahim ~

*** Ujian Setelah di Khitbah ***
[Saiful Ridzuan ^.^ Saidah Hafizah ]

Sahabat Fillah yang di Rahmati Allah SWT,
sedikit saya ingin membahas bagaimana menyikapi godaan2 setelah di khitbah.. semoga bisa menjadi bahan renungan...

Ternyata ga mudah menjaga rasa ini. ternyata beginilah ujiannya….pasca khitbah. ternyata benar,,, sebisa mungkin jarak antara khitbah dan akad itu tidak lama alias disegerakan asal bukan tergesa-gesa, dengan tujuan untuk menghindari fitnah. fitnah dengan berbagai macam bentuknya.
Yang aku maknai, fitnah disini artinya ujian. ujian hati. Seorang wanita yang sudah dipinang di satu sisi tidak boleh menerima laki-laki lain, dan di sisi lain sang calon masih belum berstatus “halal” menjadi pasangan hidup. Kalau begitu,,, adab pergaulan dan komunikasi pun tidak ada perubahan, baik sebelum khitbah ataupun stelahnya.
Nah disinilah, banyak orang salah paham, banyak menganggap khitbah itu sudah setengah akad. Padahal, khitbah masih ada kemungkinan batal.
Ya, akhirnya …. aku rasa betapa ujian ini terasa begitu berat. Adab2 untuk menjaga hati, diri dan perasaan dari segala bentuk dosa sebelum terucap ijab kabul tersebut, harus terus diupayakan.
Aku akui, awalnya ini menjadi cukup longgar setelah khitbah itu, komunikasi yang sangat minim, akhirnya menjadi lebih, dan akupun awalnya merasa terganggu, karena dalam konteks yang aku pikir kurang penting. Tapi, ternyata syaitan itu cerdik, dan banyak cara membuat manusia ga sadar dengan kealpaannnya..dibuat buta mata hatinya, di buat merasa benar atas kekeliruannya. Yup, i was been usual with hiz sms, salahnya aku menikmati itu akhirnya.
Padahal, hati kecilku sudah mengingatkan kalo ini salah dan ga seharusnya. Tapi aku selalu berkelit, “ahh….gapapa kan jaarang2 ga setiap hari”, “ahh.. gpp kali, toh kan cuma supaya terjalin komunikasi”, “masa sih sms gitu aja ga boleh, toh kan sebentar lagi jadi, gpp lah..”, dan 1001 macam alasan dan pembelaan lain untuk membenarkan bahwa komunikasi pasca khitbah itu syah2 saja.
Sebenernya, ya memang syah2 saja. Asalkan masih dalam batas n koridor syar’i. Namun kalau sudah melewati batas itu, yang konteks n kontennya sudah kurang penting, kurang nyambung dan bukan membahas hal2 penting seperti persiapan nikah…. apa itu masih dibenarkan??
Sampai2 aku coba cari2 literatur sebagai bahan pendukung bagaimana yg seharusnya beradab dalam komunikasi antara ikhwan akhwat pasca khitbah.
Yup, aku sadar ga seharusnya komunikasi ga penting itu terjalin,,, dan mungkin diamku ini, tak merespon, tak memulai duluan, bisa menjadi bahan introspeksi untuknya, meskipun isi smsnya berupa sms taushiyah.
Lho koq? ya. Coba bayangkan jika teman wanitamu mengirimkan sms taushiyah, dan calon suamimu mengirim sms taushiyah yang sama, pasti akan terasa berbeda kan? Entahlah…perasaan yang tidak dapat dijabarkan dengan kata2,, karena yang mengirimnya adalah seseorang yang akan menjadi orang spesial dalam hidupmu…. mungkin rasa senang, melayang, ge-er dsb,,, yang khawatirnya menjerumuskan kepada dosa… naudzubillah…
Dan waspadalah karena ini salah satu trick syaitan mengelabui manusia untuk mengikuti jalannya yg sesat, tanpa kita sadari.

Astaghfirullahaladziim….
Terimakasih ya Allah…atas pencerahannya.
Jagalah hati2 kami ya Allah…hingga ijab kabul itu terlaksana.
Lindungilah kami dari segala bentuk dosa yang membuat jauuh dari ridha dan keberkahanMu…
Jadikanlah hari2 kami pasca khitbah ini menjadi moment untuk lebih mendekatkan diri ini padaMu Ya Allah….
kUatkanlah hati, pikiran dan diri kami dalam menjalani hari2 di masa penantian ini…
Bukakanlah mata hati kami untuk selalu dapat melakukan yang benar menurutMu ya Allah…
Jauhkanlah kami dari segala macam bentuk nafsu dunia…
Amiin…

Untuk Akhi disana, fashbir shobron jamiila…. bersabarlah dalam keindahan sampai hari itu tiba, sampai semuanya telah benar2 halal dan merubah status kita menjadi pasangan yang diberkahi.
Hingga pada akhirnya nanti setelah kau mengucap ijab kabul sambil berjabat erat dengan ayahku…kau akan mengerti mengapa saat ini aku masih menutup diriku… dan kau akan faham rasa cinta dan sayang karena Allah itu akan menjadi bermakna dan indah pada waktu yang tepat…


semoga bermanfaat,
salam santun ukhuwah selalu karena_Nya..

# semoga di beri kesabaran dan kekuatan bagi yang telah di khitbah...

Tuesday, October 30, 2012

Sombong Penghalang Masuk Syurga,betul kah?

SOMBONG PENGHALANG MASUK SYURGA

-Dalam Al-Quran surah Al-Luqman ayat ke 18,allah swt turut mengigatkan ‘Dan janganlah engkau memalingkan mukamu(KERANA MEMANDANG RENDAH) kepada manusia dan janganlah engkau berjalan dibumi dengan berlagak sombong,sesungguhnya allah tidak suka kepada tiap-tiap org yg sombong takbur,lg membangga diri..

-Allah berfirman lagi,setelah itu dikatakan kpd mereka:Masukilah...

pintu NERAKA jahanam itu dengan keadaan tinggal KEKAL kamu didalamnya,maka seburuk buruk tempat bg org yg sombong takbur ialah NERAKA jahanam.. (surah al-Zumar 72.)

-Firman ALLAH ‘ketika KAMI berfirman kpd para malaikat sujudla kamu kepada adam,maka sujudla mereka kecuali IBLIS.ia enggan dan TAKBUR dan adalah ia termasuk dalam golongan org yg kafir.. (surah al-baqarah ayat ke 34..)

Hadis oleh muslim,Rasulullah saw bersabda ‘tidak akan masuk syurga sesiapa yg ada di dalam hatinya sedikit kesombongan “

- Oleh itu berwaspadalah dengan sifat SOMBONG ini,bykkan berdoa agar dijauhi sifat yg dibenci ALLAH SWT.mudah mudahan kita semua dijauhi dari bakaran api NERAKA yg sentiasa marak menyala-nyala.

Selamat beramal..


SO, That...beware ok, jgn sibuk nak jaga diri sendiri jer.


peace utk kejayaan dan kemuliaan<3 

Tuesday, September 4, 2012

KRI-MH : IMAN & TAQWA

Bismillahirahmanirrahim.
KRI-MH : Dai'e FB @04092012
By : Mujahidah Hafizah.
________
Taqwa=Takut.
*jika kita takut pada sesuatu kita kan berjaya melepasi sesuatu, berjaya melepasi halangan beribu-ribu batu.

Analoginya:
Jikalau kita takut dikejar anjing,Kita akan dapat berlari dan melompat pagar(halangan) yg tingginya tidak mungkin dilepasi jika tanpa perasaan takut itu.

Maka, sekiranya takut itu diberikan kepada takut kepada Allah,maka kita kan berjaya melepasi halangan dunia ini untuk menggapai nikmat syurga Allah dan paling berkehendak untuk melihat Allah.

*TAKUT juga tidak dapat dipisahkan dengan YAKIN.
bermakna TAQWA juga tidak bermakna tanpa IMAN<3=)



***
MAKSUD TAQWA:-

# TAQWA menurut Sayyidina Ali Bin Abi Thalib K.W:-
Suatu hari, seorang sahabat bertanya kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib k.w. tentang apa itu taqwa. Beliau menjelaskan bahwa taqwa itu adalah :

1. Takut (kepada Allah) yang diiringi rasa cinta, bukan takut karena adanya neraka.

2. Beramal dengan Alquran yaitu bagaimana Alquran menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari seorang manusia.

3. Redha dengan yang sedikit, ini berkaitan dengan rezeki. Bila mendapat rezeki yang banyak, siapa pun akan redha tapi bagaimana bila sedikit? Yang perlu disedari adalah bahawa rezeki tidak semata-mata yang berwujud uang atau materi.

4. Orang yg menyiapkan diri untuk “perjalanan panjang”, maksudnya adalah hidup sesudah mati.

# TAQWA menurut Imam Al-Hasan Al-Bashri:-
Al- Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa taqwa adalah takut dan menghindari apa yang diharamkan Allah, dan menunaikan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah. Taqwa juga bererti kewaspadaan, menjaga benar-benar perintah dan menjauhi larangan.

# TAQWA menurut Ubay nin Ka'ab:-
Seorang sahabat Rasulullah SAW, Ubay bin Ka’ab pernah memberikan gambaran yang jelas tentang hakikat taqwa. Pada waktu itu, Umar bin Khaththab bertanya kepada Ubay tentang apa itu taqwa. Ubay balik bertanya : “Apakah Anda tidak pernah berjalan di tempat yang penuh duri?” Umar menjawab : “Ya.” Ubay bertanya lagi : “Lalu Anda berbuat apa?” Umar menjawab: “Saya sangat hati-hati dan bersungguh-sungguh menyelamatkan diri dari duri itu.” Ubay menimpali : “Itulah (contoh) taqwa.”

Menghadapi duri di jalanan saja sudah takut, apalagi menghadapi siksaan api neraka di akhirat kelak, seharusnya kita lebih takut lagi. Permasalahan yang dihadapi biasanya adalah “duri” semacam apakah yang dihindari oleh orang-orang bertaqwa itu dan sejauh manakah kita mampu untuk menghindari “duri” itu.

***
*Syekh Abdul Qadir pernah memberikan nasihat :

”Jadilah kamu bila bersama Allah tidak berhubungan dengan makhluk dan bila bersama dengan makhluk tidak bersama nafsu. Siapa saja yang tidak sedemikian rupa, maka tentu ia akan selalu diliputi syaitan dan segala urusannya melewati batas.”

Seseorang yang bertaqwa akan meninggalkan dosa-dosa, baik kecil maupun besar. Baginya dosa kecil dan dosa besar adalah sama-sama dosa. Ia tidak akan memandang remeh dosa-dosa kecil, kerana gunung yang besar tersusun dari batu-batu yang kecil (kerikil). Dosa yang kecil, jika dilakukan terus-menerus akan berubah menjadi dosa besar.

Tidak hanya hal-hal yang menyebabkan dosa saja yang ditinggalkan oleh orang-orang bertaqwa, hal-hal yang tidak menyebabkan dosa pun, jika itu meragukan, maka ditinggalkan pula dengan penuh keikhlasan.

*Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menyatakan bahwa orang bertaqwa adalah orang yang telah menjadikan tabir penjaga antara dirinya dan neraka. Pernyataan ulama besar salaf ini memiliki kandungan yang lebih spesifik lagi. Orang bertaqwa berarti dia telah mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan Allah murka dan menghukumnya di neraka. Selain itu, ia juga harus mengetahui batasan-batasan (aturan-aturan) Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya.

Di sinilah peran penting dari perintah Rasul SAW untuk menuntut ilmu dari mulai lahir hingga liang lahad. Ketaqwaan sangat memerlukan landasan ilmu yang benar dan lurus, sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT sangat mencela kepada orang-orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan tentang batasan-batasan yang telah disampaikan kepada Rasul-Nya. Hal ini sejalan pula dengan firman Allah bahwa Alah akan meninggikan orang-orang berilmu beberapa darjat.

Dalam perjalanan meraih darjat taqwa diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh untuk melawan hawa nafsu, bisikan syaithaniyah yang sangat halus dan sering membuat manusia terpedaya. Sikap istiqamah dalam memegang ajaran Allah sangat diperlukan guna menghantarkan kita menuju darjat taqwa.

Mari menjadi hamba<3!

Saturday, September 1, 2012

KRI-MH | PERUBAHAN MUSLIMAT MERUBAH DUNIA.

Wahai Muslimatku,
Jalan ini kita pikul kerana dakwah dan amanah♥.

***
"Sejarah saya sendiri, memang muslimat agak/terlalu/terlampau pasif dalam perbincangan. Lagi tepat jika dalam mesyuarat. Saya amat tidak gemar, muslimat adalah golongan 

yang menerima bulat2 idea muslimin. Jika ditanya, setuju sahaja, angguk sahaja, tidak pernah membangkang. Malu? Alahai, anda itu pimpinan persatuan, kenapa mahu malu? Atau menjaga adab? Betulkah adab begitu? ATAU yang paling tidak gemar adalah, malu sebab lansung tidak faham idea2 yang dilontarkan pihak lelaki. Adakah kerana kurang membaca?"-Ashcroftstylus Az

Baca lanjut @link di bawah:D
----
*Berubahlah kerana cita2 Islam mahukan setiap khalifahnya sentiasa berubah.
dan perubahan yg baik adalah bermula dengan niat(tujuan) yg baik.


KRI-MH | by : MH-Dai'e FB
@(13:7)-" Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada yg memberi petunjuk"
@(2:143)-"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam)" UMAT PERTENGAHAN" agar semua menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu."

http://ashcroftstylus.blogspot.com/2011/05/kata-muslimin-untuk-muslimat.html

#Wasiat dari taman D&T♥ :D#

Bismillahirrahmanirrahim,

#Wasiat dari taman D&T♥ :D#

MERDEKAkan diri dari JAHILIYAH kepada Cahaya ISLAM yg benar!
tiada plot tengah (pertembungan ISLAM& JAHILIYAH) dalam menggapainya...pisahkan3x!
selarikan jalan itu dan pilih tuk berada di jalan penuh cahaya=ISLAM♥!
***
87:14
"Sungguh beruntung org yg menyucikan diri (dgn beriman)."

2:208
" Wahai org2 yg beriman! masuklah kamu secara keseluruhan,dan jgnlah kamu ikuti langkah2 syaitan.Sungguh, ia musuh yg nyata bagimu."

2:132
"...Wahai anak2ku ! Sesungguhnya Allah tlh memilih agama ini untukmu,maka jgnlah kamu mati kecuali dalam keadaaan MUSLIM♥."
----
Benarlah segala firman Allah♥!


Dakwah santai~

Tuesday, August 14, 2012

Di sebalik minum Air mengikut sunnah Rasulullah SAW



Assalamu’alaikum wbt

Alhamdulillah hari ini masuk hari ke 8 kita berpuasa, dan hari ni Alhamdulillah tercanang suatu gabungan ilmu medik dan sunah nabi s.a.w tergambar dalam kehidupan seharian
Jom! Berminat ana nak kongsikan ;)

Di Balik minum Air mngikut sunnah :

Antara adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya ketika minum adalah seperti berikut:


a. Janganlah minum sekaligus seperti unta minum tetapi minum seteguk selepas seteguk (HR Tirmidzi)
b. Jangan bernafas di dalam bekas air bahkan jauhkan bekas air dari mulutnya dan bernafas. (HR Tirmidzi)
c. Jangan hembus di dalam air, lihat ke dalam air sekiranya terdapat sesuatu yang jatuh kedalamnya keluarkan ia. (HR Tirmidzi)

***

Bismilahi rahmani rahim, sesungguhnya ilmu dalam Islam itu ada 4 cabang besar,
1. Al Quran
2. As-Sunnah
3. Al Qias
4. Ijmak ‘Ulama

Nabi s.a.w menganjurkan, minum seteguk seteguk , kenapa ya? Bukan kah itu menyukarkan ( ye ye je -.-“ ) , tapi berimanlah dengan hadith ini, kerana sesungguhnya apa yang disabdakan ( diucapkan ) oleh Baginda s.a.w yang tercinta adalah didikan terus dari Allah swt

Reason in medic 1

1. Dalam badan kita, ada proses iaitu proses deglutition ( swallowing ) [ telan makan/minuman ] bermula dari mulut hingga lah ke perut ( stomach ) , dan apabila process ini berlaku, makanan/minuman yang masuk melalui esophagus ( tiub yang menyambungkan antara mulut dan perut ), akan membawa makanan.

2. Tapi ketahuilah bahawa sahabat-sahabat, tiub esophagus ini ada juga ragam atau law-law dia yang tersendiri. Apabila makanan/minuman yang masuk ikut tiub ini tiba di pintu masuk perut ( sebelum masuk perut, betul-betul dekat dengan perut ), makanan/minuman itu akan terhenti di situ selama 6 saat, makanan tak terus masuk ke perut,

“ kata mudahnya, ada TOL di situ :D “ , dan apabila ada tol apa kita buat? Kita berhenti dan tunggu sehingga pintu TOL buka ^-^ “

3. Itu normal physiology/fungsi kan? Jadi cuba bayangkan… sejenak… kita minum air 1 liter.. air kelapa muda ( nyum3 bestnya terbayang di bulan ramadhan ni :D ) , tanpa henti terus menerus 1 liter!

• Note that 1 liter bersamaan dengan 1 kg

Jadi bayangkan juga apabila 10 buah kereta masuk tol berebut-berebut dalam satu line , harrr , apa akan jadi :D Kesannya, maka berlakulah dilatation ( kembang di hujung tiub itu) dan JIKA dilakukan selalu.. maka… boooom! :D hihi
“ sunnah ini mendahului sains, maka mendahului/mengingkari sunnah adalah bahaya dalam hidup , tapi kalau ikut pula dapat pahala.. tak ke best Allah swt tetapkan gitu :P “

• Tak silap ana, ana ada terbaca, nabi s.a.w kunyah makanan sehingga lumat ( ada terdengar juga sehingga 40 kali kunyahan , maaf ana bukan muhadith, salah silap tegur di komen bawah ya ;) ), dan setiap kunyahan mengambil masa, dan memberi ruang tempoh utk perut lebih bersedia :) kan kan kan :D

Reason in medic 2

Daripada adab yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW ketika minum, apa yang ingin di jelaskan di sini adalah saranan supaya tidak bernafas ketika sedang kita minum. Biochemistrically , apabila kita bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita ketika minum, maka kita mengeluarkan CO2 (karbon dioksida) yang mana apabila bercampur dengan air (H2O) ia akan menjadi H2CO3 ( bicarbonic asid ) iaitu sama dengan cuka yang menyebabkan minuman itu menjadi asid dan asid ini adalah tidak sesuai untuk kesihatan. Begitu juga anjuran supaya tidak meniup minuman sebabnya adalah sama.

• “ Dari minum asid bikarbonik , lebih baik minum asid askorbik ( ascorbic acid ) @ air limau/oren :P “

Bukankah hidup ini terlalu indah dengan mengikuti sunnah, terlalu sayang Allah swt kepada hamba dan kasih yang benar lagi tulus dari Baginda s.a.w . Kadang-kadang rasa lesu nak mengamalkan sunnah , namun yakinlah pada firman Allah swt

“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

• Mudahnya nak ikut sunnah, asal ikut saja dapat kebaikan dalam hidup, lebih sihat, lebih bertenaga, lebih cergas dan lebih cantik dan hensem, hihihi insyaAllah :D :D





By: Muhammad Saddam 


pelajar perubatan University Alexandra, Mesir.

Monday, August 13, 2012

Aku Mahu dididik seperti Isteri Rasulullah (SAW)



Mendidik Isteri cara Rasulullah ( SAW )

Suami sebagai pemimpin rumahtangga semestinya sentiasa kreatif dalam mendidik isteri. Allah SWT bekalkan kepada kaum lelaki kekuatan akal yang rasional, tidak terlalu emosional atau mudah didorong oleh perasaan. Lelaki tidak mudah tersinggung berbanding dengan wanita. Jika kekuatan akal ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, ditambah pula dengan kesa

baran serta kekuatan jasmani untuk mencari nafkah keluarga, seorang suami akan menjadi pelindung dan pendidik yang berwibawa.

Firman Allah SWT:
“Lelaki adalah pemimpin (pembela dan pelindung) bagi wanita, kerana Tuhan telah melebihkan yang satu dari yang lainnya, dan kerana suami telah menafkahkan sebahagian daripada hartanya.

Kebahagiaan rumahtangga dapai diraih apabila suami dapat menggunakan kekuatan akalnya serta kesabaran dalam menghadapi kerenah dan ragam isteri. Secara mudah, bolehlah dikatakan lelaki adalah makhluk akal manakala wanita adalah makhluk rasa. Perasaan wanita terlalu mudah terusik dengan suasana dan keadaan sekeliling. Oleh itu dalam menghadapi wanita, lelaki hendaklah banyak menggunakan daya fikir. Kalau umpamanya isteri sedang berduka, suami perlu merancang untuk mewujudkan perasaan gembira di dada isteri. Di sinilah perlunya strategi dalam mendidik isteri.

Kaum wanita memang dibekalkan dengan sembilan nafsu dan akal berbanding dengan lelaki hanya satu nafsu dan sembilan akal. Nafsu yang dimaksudkan bukanlah nafsu seks semata-mata tetapi nafsu yang menyebabkan seseorang itu mudah hilang sabar, mudah berprasangka, pemarah, pemboros dalam berbelanja, cepat tersinggung dan sebagainya. Pendek kata, hasil dorongan nafsu itulah lahirnya pelbagai perasaan di dada wanita. Sebab itu dikatakan juga bahawa sembilan persepuluh daripada diri wanita itu ialah perasaan dan satu persepuluh saja pertimbangan akal. Atas dasar inilah isteri mesti dipandu atau dibimbing oleh suami agar segala tindak tanduknya tidak melulu ikut perasaan semata-mata.

Sembilan nafsu pada diri wanita boleh menyebabkan kerosakan pada masyarakat dan keruntuhan rumahtangga jika tidak dipagari dengan ilmu syariat. Mahu tidak mahu suami terpaksa mempelajari sedikit sebanyak ilmu untuk menundukkan wanita atau psikologi wanita serta memenuhkan dada dengan ilmu syariat. Barulah nanti dapat menggunakan kebijaksanaan dalam mendidik isteri sekalipun adakalanya menghadapi ragam isteri yang mencabar kesabaran suami.

Kebijaksanaan mesti disertai pula dengan kesabaran. Kedua-duanya mesti ada pada seorang suami. Kesabaran tanpa kebijaksanaan menyebabkan suami menurut saja kemahuan isteri sehingga isteri lupa daratan. Manakala kebijaksanaan tanpa kesabaran akan menyebabkan suami tewas dengan nafsunya sendiri sehingga bertindak ganas dan boleh mencederakan isteri.

Maknanya, tanpa kesabaran seseorang itu hilang pertimbangan akal dan tidak dapat lagi melihat sesuatu persoalan dengan tenang. Jika kesabaran tidak ada pada diri, ia perlu diusahakan melalui latihan berpandukan ilmu tasauf. Contoh bagaimana kesabaran boleh menundukkan nafsu wanita dapat dilihat pada satu kisah seorang perempuan tua yang suka mengganggu Rasulullah SAW.

Tatkala Rasulullah SAW lalu di sebelah rumahnya, perempuan tua itu akan membaling sampah kepada Rasulullah SAW. Adakalanya dia menaburkan sampah dan serpihan kaca di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh Rasulullah SAW. Bahkan pernah juga dia membaling najis semasa Baginda lalu di sebelah rumahnya. Namun sedikit pun tidak dipedulikan oleh baginda. Suatu hari Rasulullah SAW rasa pelik kerana perempuan tua itu tidak menghalangi lagi perjalanannya baik dengan serpihan kaca mahupun dengan sampah yang dibalingkan. Apabila pulang dari masjid, baginda bertanya kepada jiran perempuan tersebut. Rupa-rupanya perempuan itu sakit. Lalu Baginda naik ke rumahnya dengan tujuan untuk berziarah. Rasulullah SAW bertanyakan khabar dan tolong memasakkan air untuk perempuan tua itu. Alangkah terkejutnya perempuan tersebut melihat akhlak Baginda yang sanggup menziarahi dan membantunya tatkala dia sedang sakit. Akhirnya dengan sifat sabar, Rasulullah menghadapi kerenah perempuan tua itu, menyebabkan terbuka hatinya untuk mengucap syahadah. 


Dalam peristiwa yang lain, pernah Rasulullah SAW melintasi sekumpulan kaum perempuan, lalu Baginda memberi salam. Namun tiada seorang pun yang menjawab salam baginda. Rasulullah SAW memberi salam sekali lagi. Mereka masih diam juga. Akhirnya setelah tiga kali Rasulullah beri salam, barulah mereka menjawab salam baginda. Apabila ditanya mengapa mereka tidak menyahut salam yang pertama dan kedua, mereka menjawab: “Kami sengaja mahu Rasulullah SAW mendoakan untuk kami.”
Begitu Rasulullah SAW mendidik kaum wanita. Walaupun sesekali kesabaran baginda rasanya tercabar, tetapi Baginda masih dapat menunjukkan akhlak yang paling baik
. Kadangkala apabila berhadapan dengan kaum perempuan yang pendek akalnya, kaum lelaki mudah naik angin. Memang tidak dinafikan ada masanya perempuan mengambil masa untuk memahami sesuatu perkara. Tetapi kaum lelaki mestilah menyedari hakikat bahawa kaum perempuan memang sediakala lemah pemikirannya. Oleh itu, suami mestilah bersedia untuk mendidik isteri dengan penuh kasih sayang tanpa rasa jemu walaupun mengambil masa yang panjang.


Suatu ketika datang seorang perempuan berjumpa Rasulullah SAW dan bertanya tentang mandi hadas. Rasulullah SAW menjawab:



“Ambillah sepotong kain perca yang sudah dikasturikan lalu berwuduk dengannya.”  Perempuan itu terpinga-pinga kerana tidak memahami keterangan Rasulullah. Lantas dia mengulangi lagi pertanyaannya: “Bagaimana saya hendak berwuduk dengan itu?” Sekali lagi Rasulullah mengulangi jawapan baginda. Tetapi perempuan yang bertanya masih belum memahaminya. Lalu Rasulullah SAW meminta kepada Siti Aishah r.a. supaya menerangkan kepada perempuan itu. Maka Siti Aishah pun berkata: “Ambil sepotong kapas yang bersih, lalu letakkan di tempat darah. Jika kapas itu tetap putih tanda haid sudah berhenti.”

Yang dimaksudkan dengan unsur kasih sayang dalam mendidik isteri bukanlah sekadar kata-kata asmara dana atau pujuk rayu. Tetapi ia lebih daripada itu. Sifat dan perwatakan suami itu sendiri hendaklah mempunyai ciri pengasih, sekalipun jika dia seorang pemimpin. Ada waktu-waktu yang tertentu apabila suami bersama isteri, suami hendaklah merendahkan sifat egonya, seperti mana yang dibuat oleh Rasulullah SAW tatkala bersama Siti Aishah.

Sewaktu Rasulullah SAW dinikahkan dengan Siti Aishah, umur baginda 55 tahun manakala Siti Aishah baru enam tahun dan mereka bersama tatkala Siti Aishah berusia sembilan tahun. Semasa melayan Siti Aishah, ada masanya Rasulullah berlagak seperti kawan sepermainan. Siti Aishah diajak berlumba lari. Kadang-kadang Siti Aishah menang dan adakalanya Rasulullah menang. Bermakna sewaktu bersama isteri, adakalanya Rasulullah melayan kehendak isterinya tanpa menjatuhkan martabatnya sebagai seorang suami yang wajib dihormati oleh isteri. Ini menunjukkan bahawa pada masa-masa tertentu suami mesti pandai memikat hati isteri asalkan tidak sampai terlalai hingga menurut saja segala kemahuan isteri.

Di sinilah perlunya ketegasan seorang suami. Tegas dalam syariat dan tegas dalam perjuangan. Tegas tidak pula bermakna kasar atau garang cuma jangan sampai kerana hendak melayan kehendak isteri, syariat dan perjuangan terpaksa diketepikan. Sebagai pemimpin dalam sesebuah rumahtangga, suami berhak untuk mendidik dan menyelesaikan segala kekusutan fikiran isterinya. Oleh kerana wanita seringkali bertindak mengikut perasaannya, maka adakalanya apabila fikiran terganggu, emosinya juga terikut sama. Tatkala itu kalau ada kesalahan suami walaupun kecil akan diungkit-ungkit lebih-lebih lagilah jika kesalahan itu dianggap besar, mulalah meluap-luap perasaan marahnya pada suami.

Memang satu sifat yang agar sukar untuk dikawal ialah tatkala isteri sedang marah. Kadang-kadang dia mengamuk macam ribut taufan lakunya (sebab itu kebanyakan nama ribut diambil dari nama perempuan umpamanya Taufan Lydia, Ariel, Angela dan lain-lain). Bagaimana sepatutnya tindakan suami untuk mententeramkan isteri yang sedang dilanda ribut taufan ini? Seeloknya didiamkan saja dahulu sampai kemarahannya reda kemudian baru diterangkan dengan sejelas-jelasnya setiap perkara yang perlu diterangkan terutama yang menimbulkan prasangka isteri. Mengapa perlu diamkan saja orang yang sedang mengamuk? Kerana tatkala sedang marah syaitan sengaja meluap-luapkan perasaan marahnya. Kalau dijawab, bererti kita sengaja mencari pasal kerana berlawan dengan syaitan. Maka lebih baik didiamkan sahaja sehingga perasaan marahnya kendur.

Ada kalanya demi keharmonian rumahtangga, ada perkara-perkara tertentu yang tidak sepatutnya diketahui oleh isteri. Kalau perlu disembunyikan dari pengetahuan isteri, sembunyikan sungguh-sungguh. Bukanlah untuk menggalakkan suami mengambil kesempatan melakukan perkara yang sumbang dan berbuat dosa di belakang isteri. Tetapi jika perkara yang disembunyikan itu tidak bertentangan dengan syariat, memang ada baiknya disembunyikan. Mungkin ia berhubung dengan suatu perkara yang isteri masih sukar untuk menerimanya. Hal ini pernah berlaku dalam rumahtangga Rasulullah SAW.

Suatu hari isteri-isteri datang menemui Baginda, dan Siti Aishah, yang mewakili mereka semua, bertanya: “Wahai Rasulullah, di antara isteri-isteri Rasulullah,yang manakah yang paling Rasulullah sayangi?” Rasulullah SAW tersenyum mendengar pertanyaan itu. Rasulullah tidak terus menjawabnya. Bahkan Baginda menyuruh kesemua isterinya pulang dahulu dan berjanji akan memberikan jawapannya kemudian. Bagaimana harus dijawab kalau anda ditanya begitu oleh isteri-isteri anda? Memang tidak dinafikan perasaan kasih sayang itu tidak boleh diberi sama adil. Ini diakui oleh Allah SWT. Tetapi suami mestilah pandai memainkan peranannya supaya jangan ada di kalangan isteri-isteri yang tersinggung perasaanya kerana mengetahui suami lebih sayang kepada isteri yang tertentu. Berbalik kepada kisah tadi, maka seperti biasa Rasulullah SAW mendatangi isteri-isterinya mengikut giliran masing-masing. Rasulullah sedikit pun tidak menyebut mengenai persoalan yang dikemukakan itu. Sebaliknya sebelum baginda meninggalkan isterinya, setiap seorang baginda hadiahkan sebentuk cincin dan baginda berpesan agar mereka tidak memberitahu pada isteri-isteri yang lain.

Pada hari yang telah ditetapkan Rasulullah SAW menyuruh isteri-isterinya berkumpul kerana baginda hendak memberi jawapan kepada persoalan yang dikemukakan. Maka berdebar-debarlah hati masing-masing untuk mengetahui siapakah di antara mereka yang paling disayangi oleh Rasulullah. Ada yang terasa pasti jawapannya Siti Aishah kerana beliaulah yang termuda di antara mereka. Tetapi dengan kebijaksanaan Rasulullah SAW, Baginda pun berkata, “Isteri yang paling disayangi ialah mereka yang diberi cincin kepadanya.” Maka tersenyumlah isteri-isteri Rasulullah kerana setiap seorang menyangka dia sahaja yang menerima cincin tersebut. Begitulah sepatutnya tindakan suami, pandai menyelesaikan kekusutan fikiran isteri.
Satu perkara lagi biasanya kaum perempuan suka berleter atau setengah orang kata macam mulut murai. Suami yang bijak akan berdiam dan tidak menjawab leteran isteri. Ini bukan bermakna suami mengalah, tetapi sebagai satu strategi. Ibarat orang sedang sakit gigi. Gigi yang sakit jangan terus dicabut kerana akan bertambah sakitnya. Hendaklah tunggu sehingga sakitnya berkurangan barulah dicabut. Maknanya isteri yang sedang berleter, jangan dinasihati. Hendaklah tunggu keadaannya menjadi kendur, barulah boleh dinasihati. Dan nasihat itu mestilah kena pada tempatnya. Maka barulah diterima dan dirasakan seperti kepala yang disirami embun pagi pada kala panas terik. Rasulullah SAW juga pernah berhadapan dengan kerenah perempuan yang suka berleter. Rasulullah tidak menjawab sepatah pun. Baginda memberi peluang kepada perempuan tersebut meluahkan ketidakpuasan hatinya. Apabila kesemuanya telah diluahkan, barulah 
baginda memberi penjelasan atau pun memaafkan saja dan melupakan perkara tersebut.

Tidak semua suami memiliki isteri yang banyak kerenah. Beruntunglah suami yang memiliki isteri yang sikapnya terlalu pengasih terhadap suami dan anak-anak. Perempuan begini rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk kebahagiaan suami dan anak-anak. Dia akan bersikap sebagai penghibur, penyayang, pendorong dan pembantu kepada perjuangan suami sekiranya suaminya seorang pejuang atau pendakwah. Isteri begini bukan sahaja tidak membebankan suami dengan masalah-masalahnya, bahkan dia akan berusaha untuk menyelesaikan masalah suaminya. 




***

Sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa memiliki isteri yang solehah, maka sesungguhnya ia telah memiliki separuh dari agamanya.”

Rasulullah SAW juga bersabda yang bermaksud:

“Dunia adalah hiasan dan hiasan yang terbaik ialah memiliki isteri yang solehah.”

Apabila wanita dapat dididik dengan betul, maka ia dapat memberi kebaikan yang besar kerana di tangan wanitalah penentu corak generasi akan datang. Kelembutan dan kehalusan belaian tangan wanita yang solehah boleh membahagiakan seisi alam.

Sumber: http://www.one-ummah.net/
by: Mujahidah Hafizah
:: Aku Ingin dididik seperti didikan Rasulullah Saw ::


Thursday, August 2, 2012

Kata Sarahan Tarbiyah Imam Al-Ghazali


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


::Lebih baik mata itu buta jika
tidak menghargai
keindahan dan ayat-ayat Allah
s.w.t..

::Lebih baik telinga itu pekak jika
tidak mendengar
nasihat-nasihat Allah s.w.t..

::Lebih baik anggota badan itu
mati jika tidak
melaksanakan segala suruhan
Allah s.w.t.. 

::Barangsiapa
mengaku empat perkara tanpa
disertai
dengan empat perkara yang lain,
maka dia adalah
pembohong..

::Barangsiapa mengaku cinta
syurga tetapi tidak beramal
dengan ketaatan, maka dia adalah
pembohong..

::Barangsiapa yang mengaku
cinta Rasulullah saw tetapi tidak
cinta kepada ulama dan kaum
faqir, maka dia
adalah pembohong..

::Barangsiapa yang mengaku
takut pada neraka tetapi
tidak meninggalkan maksiat,
maka dia adalah
pembohong..

::Dan barangsiapa yang mengaku
cinta kepada Allah swt tetapi
berkeluh-kesah dari bala, maka
dia adalah
pembohong..
(Al-Imam Ghazali)

Tuesday, July 24, 2012

13 Kesilapan Dan Kesalahan Puasa



13 Kesilapan Dan Kesalahan Puasa

Dalam setahun, ada satu bulan yang kedatangannya selalu dinantikan oleh orang-orang beriman. Ia adalah bulan Ramadhan Al-Mubarak. Alhamdulillah, bulan yang sangat kita rindukan itu kini telah tiba. Pada bulan ini Allah mencurahkan kebaikan-Nya untuk segenap hamba-hambaNya yang beriman. Di bulan ini, para sahabat dan As-Salafus Shalih terdahulu selalu berlumba-lumba melakukan kebaikan dan amal ibadah.

Namun kini, keadaan umat Islam sungguh memilukan. Majoriti mereka bukan saja lemah untuk diajak berfastabiqul khairat (berlumba-lumba dalam kebaikan) di bulan yang penuh kemuliaan ini, tetapi sebaliknya mereka sering pula melakukan berbagai kesilapan dan kesalahan ketika puasa. Antaranya:-

1. Berpuasa tetapi tidak solat
sanggup berlapar dahaga tapi tidak sanggup menunaikan solat;anak disuruh berpuasa tapi dibiarkan tidak solat; juga ada orang yang berpuasa, tetapi meninggalkan solat atau hanya solat ketika bulan Ramadhan saja. Orang semacam ini puasa dan sedekahnya tidak bermanfaat sebab solat adalah tiang utama agama Islam.

2. Tidak menjaga batas-batas agama
aurat; lelaki memakai seluar pendek dan perempuan pula tidak bertudung.

3. Menghabiskan masa dengan menonton TV, Video dan CD.
 
4. Merebut peluang mencari duit dengan berniaga tapi meninggalkan peluang mendapat pahala berganda-ganda. 

5. Semakin cepat marah
sepatutnya mengawal kemarahan di bulan yang menuntut kita supaya banyak bersabar.
 
6. Membazir ketika berbuka puasa
Mengikut hawa nafsu ketika menyediakan makanan untuk berbuka puasa.

7. Tidak mengeluarkan zakat fitrah

8. Membiarkan atau menggalakkan anak-anak bermain mercun

Yang menyedihkan, tindakan tersebut mengakibatkan gangguan kepada para jemaah yang menunaikan solat Tarawih di masjid dan surau yang berdekatan; dan sepatutnya digalakkan anak-anak menyambut bulan yang mulia ini dengan beribadah kepada Allah.

9. Hanya puasa makan dan minum sahaja
Tidak menjaga anggota pancaindera seperti mata, lidah, telinga dan yang lainnya;

Rasulullah SAW bersabda; "Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak mengharapkan puasanya dari makan dan minum." (Hadis riwayat Al-Bukhari)

10. Tanpa persediaan mental dan emosi tentang matlamat, kelebihan dan kedudukan puasa Ramadhan, sepatutnya berbekal dengan ilmu dan gembira dengan kedatangan bulan Ramadhan Al-Mubarak;

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl:43)

Dan Rasulullah SAW bersabda; "Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, nescaya ia difahamkan dalam urusan agamanya." (Muttafaq Alaih).

11. Menang sorak, tarawih ala kadar
solat secara 'ekspress'; dan juga melakukan gerakan-gerakan dalam solatnya dengan amat cepat, sehingga menghilangkan maksud solat itu sendiri. Mereka dengan cepat membaca ayat-ayat suci Al- Qur'an, padahal semestinya ia membaca secara tartil. Mereka tidak thuma'ninah (tenang) ketika ruku', sujud, bangun dari ruku' dan ketika duduk antara dua sujud. Ini menyebabkan solat menjadi tidak sempurna;

Rasulullah SAW bersabda kepada orang yang tidak thuma'ninah dalam solatnya; "Kembalilah, lalu solatlah kerana sesungguhnya engkau belum solat." (Muttafaq Alaih) silap bacaan selawat;

Tidak istiqamah bertarawih. Hanya ramai di 10 malam pertama sahaja; dan juga saf solat Tarawih tidak dipenuhkan.

12. Tadarus Al-Qur'an hanya di bulan Ramadhan saja.

13. Tidak mahu bersahur

"Sahurlah kamu kerana dalam sahur itu ada berkat." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah RA berkata, sabda Rasulullah SAW; "Sebaik-baik makanan sahur bagi orang mukmin adalah kurma." (Hadis riwayat Ibnu Hibban dan Baihaqi)

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul Mukminin k.w. berkata,:Aku berdiri dan berkata,"Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?”   Jawab Nabi:Ya abal Hasan!
Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".

Di kutip dari:"Puasa Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan.

Sumber : tayibah.com

Thursday, June 7, 2012

Jangan Menipu,Otak Dicipta Untuk Akur Perintah Allah



MAKLUMAT TAMBAHAN SEBAGAI RUJUKAN:
Menurut Dekan Fakulti Pengajian al-Quran dan Sunnah, Universiti Sains Islam Malaysia, Dr. Adnan Mohamed Yusoff, di dalam al-Quran ubun-ubun disebut nashiyah. Para ulama dahulu mentafsirkan ayat di atas iaitu ubun ­ubun yang berdusta adalah orang yang menipu.

Katanya ayat itu ditafsirkan secara perbandingan. Dalam budaya dan peng­gunaan bahasa Arab, merujuk kepada anggota badan untuk dikiaskan dengan sifat seseorang adalah sesuatu yang lumrah. Contohnya, apabila hendak me­ngatakan seorang itu penipu dan pendus­ta mereka sifatkan pada anggota badan. Sama seperti di dalam bahasa Melayu yang disebut kiasan iaitu kaki bangku, panjang tangan dan telinga nipis.

"Dengan perkembangan sains yang semakin pantas, ulama mula meng­kaji maksud ubun-ubun dengan lebih terperinci. Kajian yang dilakukan oleh Sheikh Zahlun Najar dan Abdul Majeed Alzendanee, menemukan fakta tentang ubun-ubun yang boleh dikait­kan dengan al-Quran. Asalnya kajian itu dilakukan oleh sarjana barat.

"Di dalam otak kita ada satu bahagian yang berfungsi untuk mengawal diri, membentuk tingkah laku dan peribadi seseorang. Pusat kawalan itu adalah ubun-ubun yang letaknya di belakang dahi atau dipanggil frontal lobe".

"Di bahagian itulah pusat kawa­lan segala arahan dikeluarkan, mengawal tingkah laku, berbohong, berbuat salah, kejujuran dan membuat kepu­tusan. Anggota badan hanya menjadi tentera yang menjalankan arahan saja," jelasnya.

Dr. Adnan menambah lagi, hasil kajian yang menggunakan teknologi canggih telah berjaya mengesan unsur pembohongan. Dari imbasan yang dilakukan, bahagian ubun-ubun meng­hasilkan tenaga yang banyak.

Di katakan semasa berbohong, im­basan menunjukkan 14 kawasan otak akan menjadi aktif berbanding hanya tujuh kawasan saja jika bercakap benar. Menurut Daniel Langleben, seorang ahli psikiatri dan pakar saintis neuro dari Universiti Pennsylvania, ada tiga bahagian otak yang bergerak lebih aktif semasa berbohong iaitu anterior cingu­late cortex, dorsal lateral prefrontal cortex dan parietal cortex. Dari pemerhatian­nya, semasa menipu, aliran darah ke bahagian itu bertambah. Ini bermakna otak sedang bekerja kuat untuk ber­dusta.

Di sini dapat dilihat seolah-olah ada satu pusat komputer yang duduk di ubun-ubun yang telah diset kan dalam mode sentiasa berada pada kedudu­kan benar sepanjang masa. Bila kita bercakap benar, tidak ada sebarang perubahan tenaga yang dapat dikesan pada ubun-ubun. Sebaliknya bila ber­cakap bohong ada tenaga yang dike­luarkan dan ia boleh dikesan.

Penerangan yang boleh dibuat dari perubahan tenaga itu ialah begini, semasa menipu aliran darah akan ber­tambah di bahagian ubun-ubun dan banyak tenaga yang digunakan untuk mencari alasan apa hendak diberikan. Atas alasan itu mereka memutuskan, menipu bukanlah satu perkara yang datang tiba-tiba. Otak harus berfikir benar atau tidak kemudian barulah keputusan dibuat untuk menipu.

Misalnya apabila kita hendak menipu katakanlah, "langit itu hijau". Otak kita akan berfikir dahulu bahawa warna langit adalah biru tetapi kita hendak menafikannya. Otak akan bekerja keras untuk menafikannya sebelum menge­luarkan kata-kata bahawa langit adalah hijau.

Bagi Dr. Adnan, apa yang dinyata­kan di dalam al-Quran memang ada hubungannya dengan penemuan sain­tifik. Sebagaimana yang Allah sebut ubun-ubun yang berdusta. Hasil pen­emuan mendapati, bahagian frontal lobe itulah yang paling banyak mengeluar­kan tenaga apabila keputusan untuk menipu dibuat.

"Jika sebelum ini ulama mentafsirkan ayat itu secara perbandingan. Secara hakikinya dari sudut saintifik, ayat itu boleh didalami lagi maksudnya. Ubun ­ubun itulah yang berdusta, berbohong, tidak patuh, tidak taat pada perintah Allah kerana ia membuat keputusan," katanya.

Sumber: Al Islam Mac 2010 (m/s 56-57)

--------------------------
 MH copy by : Laman Facebook : Cukuplah Allah Bagiku [ https://www.facebook.com/pages/Cukuplah-Allah-bagiku/247346025282187 ]

Tuesday, June 5, 2012

Ta'aruf pemula jalan Khitbah, dan Perkahwinan.

"Di Islam kami tidak mengenal pacaran, biasanya kami melakukan ta’aruf." -Fahri dari filem Ayat-ayat Cinta.



 

Proses " ta’aruf " merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan.


Ya rijal (lelaki), pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya.

Mengertilah keadaan nisa' (perempuan). Kamu semua tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih sensitif. Mereka mudah sekali terbawa perasaan. Disedari atau tidak, diakui atau tidak, nisa' ini adalah makhluk yang sangat mudah sekali perasan, suka disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.


Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang lelaki baik dan solih seperti kamu semua, tak ada alasan bagi an-nisa' untuk menolak. Kerana jika mereka menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya fitnah yang ada.

Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri kamu, apakah kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati kamu (ikhlas)?

Apakah kamu sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati?

Apa kamu benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin ikatan suci bernama pernikahan?

Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata ta’aruf. Kerana ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.

Wednesday, May 30, 2012

Ciri suami Awesome, mengikut Ustaz Azhar Idrus...

MH nak dedikasikan Ciri-ciri ni untuk my PK.
(yg MH higlight tu i hope i dapat lah ye, boleh ke? ++)
___________


Ciri suami Awesome, mengikut Ustaz Azhar Idrus...
1. Solat fardhu cukup 5 waktu.
2. Ada kerja gaji RM800-1500 ke atas, boleh bayar rumah sewa,
boleh beli beras, boleh isi minyak, boleh antar ke tempat keje. Nafkah zahir boleh bagi, bukan nafkah batin je tau.
3. Ada kenderaan: moto kapcai dah cantek. honda EX5 orait sangat la tu dengan 2 helmet. Basikal pun boleh, tapi penat kayuh kalau dari Bangsar ke KLIA. Sebaik-baiknya kereta, sebab nanti nak bawa isteri yang mengandung ke klinik setiap bulan.
4. Lulus ujian fardhu ‘ain sekolah rendah. Maknanya boleh mandi wajib dengan baik dan boleh ajar isteri mandi wajib dengan betul,
apatah lagi mandi-mandi yang lain.
5. Boleh baca al-Quran dan boleh mengajar al-Quran walaupun setakat “Alif Ba’ Ta’” sampai Surah “Iqra’ Bismirabbikallazi Khalaq.”
6. Jenis lurus, baik & hati baik, tak menipu. Tadelah sampai menipu kata nak pergi Mydin tapi pergi mengorat jiran taman sebelah.
7. Dia paham kamu, kamu paham dia. Paham jiwo gitu. Serasi bersama. Berbeza tapi boleh masuk.
8. Gedik joget-joget pun depan bini dan anak-anak je. Depan orang lain sopan santun gitu.
9. Jenis tak cemburu buta sangat. Cemburu macam ni ok, “Ehemm..ramainya kawan laki kat opis.. Jangan sampai lupa abang taw..”
10. Belajar takat PMR je pun takpe, janji cara dia fikir tu matang dari yang belajar PhD.
11. Kalau dia jenis diam tak delah sampai orang kata tak bergaul dengan manusia lain. Kalau dia banyak bercakap pun tadelah sampai dia mengata-ngata orang lain.
12. Malas juga ke masjid, tapi dia pergi gak dalam sehari tu 2 kali sekurang-kurangnya Maghrib danIsyak.
13. Walaupun tak kerap ke kuliah agama, tapi bila tengok Youtube Ustaz Azhar Idrus ngajar tu sampai terlupa nak tengok bola. Jika da kuliah di masjid muka dialah ada di antara orang-orang kampung. erm, yg ni MH sedang usha2^.^
14. Boleh susah senang bersama. Kalau isteri nangis, dia tolong riba isteri dan tenangkan. Kalau isteri sakit, dia tolong jaga dari malam sampai pagi.  yg ni MH ase penting!
15. Jenis senyum sokmo.
16. Tak tengok sangat awek cuns, duk tengok bini dia je walaupn bini dia tak cuns (Tak cun tak pe, boleh tutup lampu)

( dipetik dari koleksi ceramah Ustaz Azhar Idrus )
 

Monday, May 14, 2012

Masjid :Besar ruang atau jamaah?

Isnin - 14/5/2012
Catatan : Buka e-mel..tertibe dapat ilmu ini..jadi setelah dibaca2 sehingga usai..makanya...MH, rasa perlu disimpan dan dikongsi makanya..ia terletak elok disini.
bagi yg nak share..share jer..x perlu minta izin pun..ok.

Masjid : Besar ruang atau jemaah

by Ibnu Fuad
“Saya mahu kamu semua bincangkan, cara-cara untuk kita imarahkan lagi masjid.” Saya memberi arahan kepada para pelajar asrama.
Entah, saya rasa kurang bertenaga. Tidak ada mood hendak mengambilalih kuliah maghrib seperti kebiasaannya. Maka saya meminta mereka menyelesaikan tugasan itu.
Sepuluh minit masa diberikan.
Tamat.
Saya meminta mereka menerangkan satu demi satu cara atau kaedah yang dicadangkan oleh mereka. Ada yang memberi cadangan supaya diwujudkan aktiviti kuliah dan menjemput penceramah yang mempunyai aura-aura hebat seperti Ust Kazim Elias, Ust Azhar Idrus, Ust Don  dan sebagainya.
Ada yang memberi cadangan supaya diadakan kelas-kelas Al Quran untuk kanak-kanak.
Ada yang mencadangkan kuliah secara fleksibel. Misalnya kuliah munakahat, kuliah ibadat dan pelbagai bentuk ilmu.
Ada yang mencadangkan agar dianjurkan aktiviti jamuan berbuka puasa pada hari puasa sunat seperti hari isnin dan khamis.
Ada yang mencadangkan supaya pihak masjid menganjurkan pertandingan musabaqah al Quran dan pelbagai lagi cadangan bernas.
Semua cadangan saya terima. Tidak ada yang saya bantah. Proses ini dinamakan sebagai proses brainstorming.


BERFIKIR DI LUAR KEBIASAAN : Jangan sempitkan pemikiran
Masih ramai di kalangan kita yang malas hendak berfikir secara luar biasa. Ini kerana kita telah diterapkan sejak kecil bahawa masjid hanyalah tempat beribadah.
Hanyalah tempat untuk beribadah.
Anda pergi ke masjid, untuk beribadah. Skop ibadah pula meliputi membaca Al Quran, solat fardhu dan pelbagai lagi ibadah khusus.
“Berapa ramai di antara kalian yang terfikir, cadangan untuk mengimarahkan masjid dengan menganjurkan pertandingan futsal?” Saya sengaja membuat provokasi.
Semua pelajar terdiam. Dahi mereka berkerut. Hairan.
“Berapa ramai di antara kalian yang terfikir, cadangan untuk mengimarahkan masjid adalah dengan menganjurkan pertandingan sukaneka?”
Semua pelajar terdiam. Bertambah hairan. Tak ke pelik, rumah Allah dijadikan tempat bersukaria? Mungkin ini yang berlegar di fikiran mereka.
“Sekiranya pihak masjid menganjurkan pertandingan futsal. Katakanlah, jika acara futsal bermula pada jam 9.30 pagi. Pastinya acara ini akan berakhir pada jam 5.30 petang dan sebagainya. Pertandingan futsal yang dianjurkan ini akan melewati waktu zuhur dan asar. Mungkin, penganjur boleh mewajibkan para peserta untuk turut sama solat zuhur dan asar di masjid berkenaan sebagai salah satu syarat pertandingan. Sama juga halnya sekiranya pihak masjid menganjurkan pertandingan sukaneka untuk kanak-kanak.”
Semua mengangguk tanda faham. Rata-rata semuanya bersetuju.
MAKSIMUMKAN JEMAAH, bukan perbesarkan ruang jemaah.
Mantan Mufti Kedah, Datuk Paduka Hasbullah pernah mempersoalkan cara beberapa pihak pengurusan masjid di negeri Kedah yang suka menyimpan duit masjid tanpa ada keinginan untuk membelanjakannya langsung.
Simpan dan perap untuk dijadikan formula belacan.
Simpan dan perap untuk ubah suai masjid ‘lagi’.
Perbesarkan masjid 'lagi'.
Cat masjid dengan warna yang lebih meriah 'lagi'.
Berapa banyak AJK masjid yang giat menghiasi masjid dan berapa banyak AJK  masjid yang giat menggalakkan orang untuk memeriahkan masjid? Dalam sahih Bukhari, Anas r.a. menyimpulkan bahawa ramai yang berlumba-lumba untuk mengindahkan masjid manakala golongan yang mengimarahkan masjid amatlah sedikit.
Pihak masjid perlulah memikirkan cara yang lebih kreatif untuk menggalakkan orang ramai solat berjemaah di masjid, bahkan menjadikan masjid sebagai rumah kedua mereka. Selain itu, pihak pengurusan masjid perlulah lebih bersikap terbuka dalam menerima pandangan generasi muda yang mahukan perubahan. Terdapat segelintir pihak pengurusan masjid yang langsung menolak idea generasi muda.
“Saya nak cuba laksanakan program untuk anak-anak kariah dan menggunakan masjid sebagai tapak program.” Cadangan dikemukakan.
“Saya tinggal di sini sudah empat puluh tahun. Saya tahu bahawa program macam yang awak nak buat memang takkan berjaya.” Balas timbalan pengerusi masjid, dengan nada sedikit angkuh.
Belum cuba belum tahu.
Banyak lagi bukti yang dikemukakan tentang sikap golongan ini. Saya tidaklah bertujuan untuk menerapkan rasa benci di dalam diri anda terhadap golongan ini. Tetapi, mesej yang ingin disampaikan adalah sekiranya anda adalah seseorang yang memegang jawatan di dalam masyarakat atau anda adalah AJK masjid. Maksimumkan penggunaan kuasa anda dengan sebaiknya.
Jika ayah anda adalah AJK Masjid, kemukakan cadangan ini kepadanya. Minta diusulkan di dalam mesyuarat. Semoga usaha anda dihitung sebagai ibadah.
PENUTUP
Saya teringat pada khutbah jumaat, antara isi-isi utama adalah menggalakkan masyarakat untuk lebih kerap menziarahi masjid.
Menjadikan masjid sebagai sebuah tempat yang mesra pengguna.
Menerapkan rasa di dalam diri untuk lebih mencintai masjid.
Selagi masih bernafas, jadikan masjid sebagai tempat kita memadu cinta.
Menyemai baja iman, mengharap redha dari Allah, pemilik segala cinta!
Jom ke masjid?

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Selamat Berjuang